AKHMAD SUDRAJAT: TENTANG PENDIDIKAN
isu, trend, opini, dan teori pendidikan
Lompat ke isi
* Beranda
* [ Admin ]
* Opini Pendidikan
* [ DAFTAR ISI ]
* Forum Pengawas Sekolah
* [ Sahabat Pendidikan ]
* INFO PUSTAKA
* [ Downloads ]
← Tentang Ruang Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Workshop Penyempurnaan Bahan Ajar Berbasis TIK →
Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran
Posted on 12 September 2008 by AKHMAD SUDRAJAT
oleh: Akhmad Sudrajat
pengertian strategi pembelajaranDalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:
Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran23
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
==========
Sumber:
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)
==========
Materi terkait:
* Makalah dan Artikel Pendidikan
* Pembelajaran Kontekstual
* 10 Megatrend tentang Belajar
* 9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa
©akhmadsudrajat-2008
* Mari budayakan berdiskusi !
*
*
Tentang AKHMAD SUDRAJAT
Untuk pengembangan materi yang disajikan,silahkan didiskusikan lebih lanjut! Terima kasih dan semoga bermanfaat. EDUCATION FOR A BETTER LIFE… BETTER EDUCATION BETTER LIFE…
View all posts by AKHMAD SUDRAJAT →
This entry was posted in Pendidikan and tagged Berita, Pembelajaran, Proses Pembelajaran. Bookmark the permalink.
← Tentang Ruang Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Workshop Penyempurnaan Bahan Ajar Berbasis TIK →
153 Responses to Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran
← Older Comments
1.
sutrasman says:
25 Mei 2011 pukul 22:41
TRIM KSH
Balas
2.
nunu karmapala says:
9 Mei 2011 pukul 15:46
mkasi baxk atas infox,krn brkat itu smua sybsa mngerjakan tgas sy dngn baik
Balas
3.
NURDIA LANDRENG says:
9 Mei 2011 pukul 15:43
makasi bxak atas isi penjelsan materix,krn brkat itu smua sy bsa mngerjkn tugas sy dngan baik,mdah2an dgn materi isi materix bsa brtambah lgi agarilmu pngetahun sy jg bsa brtambah lgi..aminnn
Balas
← Older Comments
Tinggalkan Balasan Cancel reply
Enter your comment here...
* Guest
* Masuk
* Masuk
* Masuk
Gravatar
Email (required) Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.
Nama (required)
Situs web
WordPress.com Logo
Twitter picture
You are commenting using your
Twitter account. (Keluar)
Facebook photo
You are commenting using your
Facebook account. (Keluar)
Connecting to %s
*
TENTANG PENDIDIKAN
TENTANG PENDIDIKAN
Terima kasih atas kunjungan dan diskusi Anda
©akhmadsudrajat-2007
*
Pencarian untuk:
*
Tulisan Terbaru
o Ciri-Ciri Pembelajaran Aktif di Kelas
o Ciri-Ciri Sekolah yang Melaksanakan Pembelajaran Aktif
o Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development (CPD)
o Permendiknas No. 11 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan
o Kemampuan Menganalisis dalam Pembelajaran
*
Statistik Blog
o 6,244,639 hits
*
UNIVERSITAS KUNINGAN
[YANG LAGI MAMPIR]
INFO BUKU
Silahkan klik gambar di bawah!
Paramitra Publishing
[Kurikulum dan Pembelajaran dalam Paradigma Baru] [Mengatasi Masalah Siswa Melalui Layanan Konseling Individual]
TENTANG PENDIDIKAN
*
Berlangganan via e-mail
Masukkan e-mail Anda dalam kolom, lalu klik "DAFTAR".
*
PSB-SMA Deltrindo Review Me on Alexa.com
©akhmadsudrajat-2007
*
Diskusi Pendidikan
o ningsih pada Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran
o Yang Kung Tandojo pada [ Downloads ]
o sudrun pada Tunjangan Profesi Guru Tahun 2010 akan Segera Dicairkan
o gurusatap pada Permendiknas No. 39 Tahun 2009
o marhen pada Ciri-Ciri Pembelajaran Aktif di Kelas
*
@3007 akhmad sudrajat
AKHMAD SUDRAJAT: TENTANG PENDIDIKAN
Tema: Twenty Ten Blog pada WordPress.com.
Jumat, 17 Juni 2011
strategi pembelajaran
Strategi Pembelajaran - Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya, 2007 : 126).
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya, 2007 : 126).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metide dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Menurut Djamarah (2002 : 5-6) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Dari batasan di atas, dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengang yang diharapkan.
Pertama, dapat dilihat bahwa apa yang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan belajar mengajar. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah, oleh karena itu maka tujuan dari pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh anak didik.
Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Dan disini dapat dilihat bahwa bagaimana cara seorang guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang harus digunakan oleh seorang guru dalam memecahkan masalah suatu kasus, akan mempengaruhi hasilnya.
Ketiga, memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode dan teknik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman untuk memecahkan masalah.
Keempat, menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Sehingga suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.
Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru:
a. Strategi pembelajaran ekspositori
b. Strategi pembelajaran inquiry
c. Strategi pembelajaran berbasis masalah
d. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.
Dari pengertian di atas terdapat beberapa hal yang terkandung di dalam strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Pertama, strategi pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.
Kedua, telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.
e. Strategi pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu: (a) adanya peserta dalam kelompok, (b) adanya aturan kelompok, (c) adanya upaya belajar setiap kelompok, dan (d) adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar..
Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.
f. Strategi pembelajaran kontekstual CTL
g. Strategi pembelajaran afektif
Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. Afektif berhubungan dengan nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Apabila menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sikap anak itu baik, misalnya dilihat dari kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang bersangkutan, sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru. Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan keluarga.
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya, 2007 : 126).
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya, 2007 : 126).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metide dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Menurut Djamarah (2002 : 5-6) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Dari batasan di atas, dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengang yang diharapkan.
Pertama, dapat dilihat bahwa apa yang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan belajar mengajar. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah, oleh karena itu maka tujuan dari pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh anak didik.
Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Dan disini dapat dilihat bahwa bagaimana cara seorang guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang harus digunakan oleh seorang guru dalam memecahkan masalah suatu kasus, akan mempengaruhi hasilnya.
Ketiga, memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode dan teknik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman untuk memecahkan masalah.
Keempat, menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Sehingga suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.
Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru:
a. Strategi pembelajaran ekspositori
b. Strategi pembelajaran inquiry
c. Strategi pembelajaran berbasis masalah
d. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.
Dari pengertian di atas terdapat beberapa hal yang terkandung di dalam strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Pertama, strategi pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.
Kedua, telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.
e. Strategi pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu: (a) adanya peserta dalam kelompok, (b) adanya aturan kelompok, (c) adanya upaya belajar setiap kelompok, dan (d) adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar..
Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.
f. Strategi pembelajaran kontekstual CTL
g. Strategi pembelajaran afektif
Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. Afektif berhubungan dengan nilai (value), yang sulit diukur, oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Apabila menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sikap anak itu baik, misalnya dilihat dari kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang bersangkutan, sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru. Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan keluarga.
psikologi pengembangan
Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita mendapatkan pribadi-pribadi yang mengeluhkan berbagai kekurangan dan keterbatasannya. Ada saja alasan mereka yang dikemukaan untuk sekedar membenarkan dan mencari kepuasaan psikhologis bagi keluhan-keluhan semacam itu. Bahkan kejadian ini secara jujur juga sering menimpa kita; disadari atau tidak. Celakanya pembenaran itu dilakukan dengan mengekploitasi data dan pengalaman-pengalaman tertentu yang diakibatkan oleh kegagalan atas capaian-capaian tertentu sebagaimana yang diinginkan. Tampaknya keluhan semacam itu tidak dimulai dari tingkat esensiel situasi di mana dengan mudah ia terlibat dan merasakan di dalam suasana itu. Tetapi lebih disebabkan oleh ketidakmampuan individu tersebut untuk mengelola data dan pengamalan tadi bagi adanya kontribusi positif atas apa yang diinginkan.
Dia lupa, bahwa sesungguhnya antara situasi di mana ia saat itu terlibat di dalamnya dengan mudah dengan suatu bayangan dari keadaan-keadaan tertentu yang menjadi pendorong keinginannya, dan yang membuat ia sesak karenannya, ada perbedaan yang cukup mendasar tanpa menghilangkan kemungkinan wujudnya timbal balik di antara kedua perbedaan itu. Situasi yang pertama adalah miliknya, haknya, yang mana individu tersebut memiliki kreativitas untuk mengendalikan secara langsung; kapan dan dimana ia mau. Hal itu disebabkan lantaran otoritas mutlak terhadap situasi atau keadaan di mana ia terlibat di dalamnya, sepenuhnya teragantung pada kontrol yang dilakukannya. Berbeda dengan yang kedua, di mana rasa sesak yang dialaminya itu ditimbulkan oleh berbagai bayangan yang terbungkus oleh keinginan-keinginan sesuatu yang belum dimilikinya, ia atau situasi ini sepenuhnya berada di luar kontrol atau kendali kekuasaannya. Sebab ia berada jauh dari dirinya. Dan untuk mendapatkannya, sang individu harus memberikan toleransi waktu untuk memenuhi haknya dalam perjalanan dan pergerakan yang alami sebagaimana sebuah pertumbuhan yang membutuhkan senjang waktu. Dengan demikian keluhan-keluhan itu muncul, bukan didasarkan pada ketidakmampuan untuk meraih apa yang dikehendaki atau yang diinginkan. Akan tetapi tidak lebih dari tiadanya kearifan sang individu untuk menerima berbagai tuntutan hak bagi sebuah realitas, yaitu perjalanan waktu. Dan untuk menumbuhkan, membiasakan serta menggairahkan kearifan tersebut, maka langkah pertama yang harus ditempuh oleh seseorang, sekaligus berfungsi penghentian proses perkerdilan jiwa, adalah mengubah kenegatifan pandangan anda tentang situasi yang tengah anda rasakan ke arah yang lebih positif dengan membayangkan bahwa kondisi demikian adalah urutan tahapan alamiah yang harus dinaiki untuk mendapatkan tahapan berikutnya yang lebih baik.
Dengan kata lain, gunakan kebebasan mutlak anda untuk menjadikan segala yang anda punyai sebagai sesuatu yang dinikmati, bagaimanapun negatifnya padangan atas sesuatu itu, termasuk dari perasaan anda. Sebab dengan permulaan anda untuk menikmati situasi tersebut, berarti anda membuka peluang dalam diri anda akan datangnya hal-hal yang menyenangkan yang datang dari luar, termasuk apa yang anda harapkan? Bagaimana ini bisa terjadi? “Barangkali itulah pikiran anda yang memberi kesempatan saya untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang saya sebutkan di atas, yakni hubungan timbal balik antara situasi di mana anda memegang kendali dengan situasi yang muncul disebabkan oleh bayangan-bayangan yang anda cita-citakan.
Hubungan timbal balik diantara dua kutub
Bila anda menyadari bahwa modal yang paling utama bagi pengembangan karir anda adalah apa yang saat ini anda miliki, anda kuasai, dan anda bebas untuk menikmatinya, maka anda saya anjurkan untuk tidak membayangkan bahwa keberhasilan anda kelak, sebagaimana yang anda impikan, itu bisa anda raih melalui modal pinjaman yang dimiliki oleh orang lain, betapapun prospeknya modal pinjaman itu menurut persangkaan anda. Sebab segala sesuatu yang berlaku pada orang lain, sepenuhnya tidak bisa dikenakan pada diri anda. Ini tidak sekedar dan sebagai kriteria-kriteria tertentu, ataupun ukuran-ukuran convencional yang berlaku di dalam kesejahteraan materi dan kejiwaan. Melainkan tiap-tiap individu memiliki keunikan dan kekhasan yang sangat rumit yang tidak bisa ditarik hitam putihnya.
Yang saya anjurkan adalah agar anda memupuk kepuasaan semaksimal mungkin kondisi kekinian anda supaya dengan demikian orang lain, tidak usah melalui kata-kata, mengakui betapa berharganya kehidupan anda itu. Pengakuan ini tidak mesti harus menyelaraskan dengan nilai-nilai atau standar-st?ndar tertentu yang dimiliki orang tersebut. Sebab pada hakekakatnya pengakuan anda akan posisi seseorang bukan hanya karena adanya kesesuaian anda dengan orang itu, tetapi bisa juga beranjak dari “keterpaksaan” anda untuk mau tidak mau bahwa orang itu memang eksis dan patut untuk diberi ruang kreativitas.
Melalui pengakuan mereka, berarti anda memndapat kredit point atas tahapan-tahapan berikutnya. Pengakuan orang lain itu bukanlah tujuan dari anda. Seperti yang saya katakan, ia adalah suatu keterpaksaan dari pihak luar atas penghargaan anda sendiri akan hal-hal yang anda punyai dan terlibat di dalamnya. Betapapun kecil nilainya hal-hal terebut menurut pandangan orang tersebut, atau bahkan dari kacamata anda sendiri. Memuaskan dengan apa yang ada pada hakekatnya membuka peluang pikiran untuk lebih kreatifitas dalam memulih dan menentukan segala sesuatu yang ada dibalik lingkaran dan pergumulan peristiwa demi peristiwa yang menyelimuti kehidupan anda. Dan termasuk creativitas pemikiran adan itu adalah memungkinkan adannya netralitas emosi anda ketika anda berhadapan dengan cita-cita atau keinginan yang anda bayangkan. Ternyata anda mampu memisahkan dengan sendirinya; mana sebenarnya modal dasar, dan mana sesunguhnya yang membutuhkan pemikiran dengan dilandasi oleh kearifan atas hak-hak realitas waktu. Disinilah dua kutub akan menemukan titik temunya ; eksistensi keduanya memang berbeda, tetapi keduanya tidak lebih dari dua kumparan yang melilit-lilit bagi energi yang utuh.
Sekali lagi saya tandaskan, kemungkinan anda untuk jatuh, itu hanya soal bagaimana anda memandang persoalan yang memenuhi hati dan pikiran anda. Bukan pada persoalan dimana anda bisa menikmatinya dengan mudah. Persoalan-persoalan yang ternyata memesakkan kehidupan anda itu adalah salah satu aspek, bukan seluruhnya, dari keutuhan dan keunikan pribadi anda, dan ingat persoalan-persoalan tesebut itu tidak meiliki otoritas yang sejati untuk mengendalikan anda. Justru andalah yang dilahirkan dan posisikan oleh hukum oleh bagi pengaturan persoalan-persoalan tersebut, sebab anda memiliki kebebasan berkreasi secara mutlak. Sementara persoalan-persoalan itu adalah obyek atau medan dimana ada yang melakukan dan bermain di dalamnya.
Hindari pemikiran akan langkah-langkah kesuksesan
Kalau kita mau jujur, maka sebenarnya hakekat gagal dan sukses itu semu belaka. Ia tidak mencerminkan dengan sungguh- sungguh siapa diri anda sebenarnya. Sebab pertanyaan “siapa saya” itu hanya ada pada perasan anda sendiri. Dunia terlalu luas dan komplek untuk memberi dirinya sendiri sebuah kesempatan bagi keterlibatan perasaan anda ini. Pada kenyataannya dunia senantiasa bersikap acuh tak acuh pada anda. Seberapa besar kesuksesan yang anda raih. Atau sebaliknya betapa hancurnya anda karena menemukan kegagalan terhadap yang anda inginkan, dunia dan segala isinya sama sekali tidakmemberi perhatian yang cukup bagi kedua keadaan ini.Dengan demikian, sukses atau gagal itu adalah soal interpretasi anda, penafsiran anda terhadap muatan-muatan penggalan waktu yang anda saat itu terlibat di dalamnya. Bila hari ini anda mengatakan gagal, maka sebenarnya pada hari yang sama anda juga mengalami kesuksesan. Kegagalan dan kesuksesan sesungguhnya tergantung pada sisi mana kita melihat dan memperhatikan dengan seksama. Kalau kaca mata atau teropong yang anda gunakan itu adalah “penerimaan sejati” atas apa yang menimpa anda, tanpa mengkaitkan dengan ketidakteraturan perasaan anda, maka sesunggguhnya anda adalah orang yang sukses.
Ketika saya tamat dari sekolah menengah atas, maka obsesi saya adalah melanjutkan ke Perguruan Tinggi dengan target; empat tahun saya harus menyelesaikan SI saya. Perlu diketahui, biaya untuk mendaftarkan di Perguruan Tinggi ini dengan persyaratan uang bangunan segala baru saya peroleh ketika ada sokongan dari saudara dan pamanku. Maklum ekonomi keluarga saya memang sangat payah sekali. Itupun diberi embel-embel warning; untuk selanjutnya kamu biayai sendiri kuliahmu. Untuk membiayai kuliah ini, saya mengabdikan diri pada almameter saya dulu ketika saya masih di tingkat dasar. Inipun terasa tidak cukup untuk membiayai hidup saya. Saya segera menerima tawaran untuk suatu pelajaran privat bagi anak-anak seorang kaya yang saya kenal. Dari honor-honor itu saya bisa membiayai kuliah saya. Tetapi nahas di tengah jalan, sistem perkuliahan swasta yang asal-asalan, ditambah kejenuhan saya bergaul dengan teman-teman yang usianya jauh di atas saya, yang rata-rata motivasi kuliah mereka sekedar menaikkan gaji di kantor, perhatian saya akan kuliah menjadi terkoyak.
Anehnya, kalau ini dikatakan begitu, konpensansi kejenuhan itu saya alihkan dengan mengikuti kegiatan teater di salah satu kota metropolis di Jawa Timur. Praktis waktu dan uang banyak yang tercurah ke situ. Ada semacam ketidak keyakinan dalam hati atas kredibilitas perguruan itu untuk dapat mengantarkan saya dalam menelusuri jenjang karir kehidupan yang saya idam-idamkan. Sementara di teater, walau tidak dapat memberi gelar SI pada saya, relatif ia sebagai wadah yang dapat menampung bakat seni peran saya. Tahukan anda di antara yang saya idam-idamkan waktu itu; sebagai bintang peran.
Ketika
biaya semester hendak dikeluarkan, kenangan saya macet total. Saya tidak tahu dari mana dan ke mana uang ini saya peroleh. Entah kenapa, begitu mudahnya saya mengambil keputusan untuk meninggalkan bangku kuliah, dan tak lama kemudian, teater yang saya ikuti saya tinggalkan pula. Untuk keduanya saya benar-benar gagal; kalau memang gelar sarjana lengkap dan bintang peran yang menjadi fokus perhatian saya. Sampai saat ini, hampir berjalan enam belas tahun, saya tampaknya tidak menemukan gelar dan predikat itu. Malah yang saya temukan adalah gelar dan predikat yang lebih prestisius dari kedua hal tersebut.
Penerimaan sejati adalah mengembalikan pribadi kita pada situasi di mana kita sebagai bagian kecil dari proses jagad raya ini. Kesuksesan yang kita rasakan sebenarnya tidak usah di peta-peta secara ketat dalam sistem hidup kita. Perhatian yang berlebihan terhadap pemetaan ini akan menimbulkan dampak kejiwaan yang sangat serius jika tingkat pengontrolan kita sangat rapuh. Biarkanlah kesuksesan kita berjalan merambat sesuai dengan tahapan-tahapan dari jenjang hidup kita dengan segala konsekwensi yang harus di dalam tahapan itu. Sebab sesungguhnya kesuksesan itu, sepanjang materi yang menjadi ukurannya, bagaikan suatu titik yang tidak memiliki dataran untuk menetap. Pun pula suatu pengorbanan yang dikeluarkan untuk merebut kesuksesan itu pada hakekatnya adalah kegagalan juga dalam memodifikasi berbagai peluang yang ada dihadapan kita dan hal itu mungkin sekali untuk kita lakukan.
Dengan demikian, di balik kesuksesan menyimpan kegagalan. Begitu juga sebaliknya, akan tetapi tidak ada kesuksesan yang sejati bagi orang-orang yang tidak mampu menghargai dan menikmati situasi atau keadaan dimana saat ini berada dan mengambil posisi. Sebab keadaan saat ini adalah modal dan capaian-capaian yang menjadi keinginan itu sangat tergantung bagaimana seseroang itu menata dan memanfaatkan peluang-peluang dari pengaturan dan penataan modal-modal tersebut.
Gerakan anda, kunci pembuka berbagai misteriKendali kehidupan anda memang sepenuhnya di tangan anda. Orang-orang bijak senantiasa menafsirkan keberhasilan hidup itu sepenuhnya terletak di tangan anda. Itu, bagi saya, adalah salah satu aspek dari berbagai aspek pandangan yang dikemukan oleh orang-orang bijak tersebut. Tetapi bagi saya persoalannya tidak semudah itu. Ketika kita berpikir, maka semua alam bergerak. Begitu kata Robert Anthony dalam buku larisnya “Resep Lanjutan Meraih Keberhasilan Total”. Kenyataannya memang demikian, lebih dari itu saya ingin menunjukkan kepada anda bahwa di manapun anda kini berada dan dalam situasi apapun anda terlibat di dalamnya, sesungguhnya ada tiga misteri yang tersimpan di dalamnya.
Pertama, bahwa keberadaan anda saat ini merupakan awal dari pelimpahan anugerah hidup anda yang sebelumnya belum anda dapatkan. Kedua, bahwa keberadaan anda saat ini merupakan akhir dari seluruh aktivitas dan karir anda. Dengan kata lain, maaf, anda akan meninggalkan dunia. Ketiga, bahwa sesungguhnya keberadaan anda saat ini menjadi kunci bagi ketetapan-ketetapan Tuhan yang dengannya akan menimpa anda; atau menyertai anda; atau bermanfaat bagi anda.
Begitulah yang pernah disampaikan oleh salah seorang tokoh spiritual Islam, Abu Hasan as-Syadzili. Ketiga perkara ini masih diselimuti oleh misteri. Dan untuk menguak kebenaran salah satu misteri tersebut, anda hanya membutuhkan kesabaran akan proses waktu. Tetapi adalah tugas anda, untuk membuat segala kemungkinan tersebut menjadi begitu baik bagi anda. Kenyataannya, hidup ini memang terasa menakutkan. Ada-ada saja yang mesti kita takutkan. (Ahmad Ali Junaidi)
Incoming search terms:
Dia lupa, bahwa sesungguhnya antara situasi di mana ia saat itu terlibat di dalamnya dengan mudah dengan suatu bayangan dari keadaan-keadaan tertentu yang menjadi pendorong keinginannya, dan yang membuat ia sesak karenannya, ada perbedaan yang cukup mendasar tanpa menghilangkan kemungkinan wujudnya timbal balik di antara kedua perbedaan itu. Situasi yang pertama adalah miliknya, haknya, yang mana individu tersebut memiliki kreativitas untuk mengendalikan secara langsung; kapan dan dimana ia mau. Hal itu disebabkan lantaran otoritas mutlak terhadap situasi atau keadaan di mana ia terlibat di dalamnya, sepenuhnya teragantung pada kontrol yang dilakukannya. Berbeda dengan yang kedua, di mana rasa sesak yang dialaminya itu ditimbulkan oleh berbagai bayangan yang terbungkus oleh keinginan-keinginan sesuatu yang belum dimilikinya, ia atau situasi ini sepenuhnya berada di luar kontrol atau kendali kekuasaannya. Sebab ia berada jauh dari dirinya. Dan untuk mendapatkannya, sang individu harus memberikan toleransi waktu untuk memenuhi haknya dalam perjalanan dan pergerakan yang alami sebagaimana sebuah pertumbuhan yang membutuhkan senjang waktu. Dengan demikian keluhan-keluhan itu muncul, bukan didasarkan pada ketidakmampuan untuk meraih apa yang dikehendaki atau yang diinginkan. Akan tetapi tidak lebih dari tiadanya kearifan sang individu untuk menerima berbagai tuntutan hak bagi sebuah realitas, yaitu perjalanan waktu. Dan untuk menumbuhkan, membiasakan serta menggairahkan kearifan tersebut, maka langkah pertama yang harus ditempuh oleh seseorang, sekaligus berfungsi penghentian proses perkerdilan jiwa, adalah mengubah kenegatifan pandangan anda tentang situasi yang tengah anda rasakan ke arah yang lebih positif dengan membayangkan bahwa kondisi demikian adalah urutan tahapan alamiah yang harus dinaiki untuk mendapatkan tahapan berikutnya yang lebih baik.
Dengan kata lain, gunakan kebebasan mutlak anda untuk menjadikan segala yang anda punyai sebagai sesuatu yang dinikmati, bagaimanapun negatifnya padangan atas sesuatu itu, termasuk dari perasaan anda. Sebab dengan permulaan anda untuk menikmati situasi tersebut, berarti anda membuka peluang dalam diri anda akan datangnya hal-hal yang menyenangkan yang datang dari luar, termasuk apa yang anda harapkan? Bagaimana ini bisa terjadi? “Barangkali itulah pikiran anda yang memberi kesempatan saya untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang saya sebutkan di atas, yakni hubungan timbal balik antara situasi di mana anda memegang kendali dengan situasi yang muncul disebabkan oleh bayangan-bayangan yang anda cita-citakan.
Hubungan timbal balik diantara dua kutub
Bila anda menyadari bahwa modal yang paling utama bagi pengembangan karir anda adalah apa yang saat ini anda miliki, anda kuasai, dan anda bebas untuk menikmatinya, maka anda saya anjurkan untuk tidak membayangkan bahwa keberhasilan anda kelak, sebagaimana yang anda impikan, itu bisa anda raih melalui modal pinjaman yang dimiliki oleh orang lain, betapapun prospeknya modal pinjaman itu menurut persangkaan anda. Sebab segala sesuatu yang berlaku pada orang lain, sepenuhnya tidak bisa dikenakan pada diri anda. Ini tidak sekedar dan sebagai kriteria-kriteria tertentu, ataupun ukuran-ukuran convencional yang berlaku di dalam kesejahteraan materi dan kejiwaan. Melainkan tiap-tiap individu memiliki keunikan dan kekhasan yang sangat rumit yang tidak bisa ditarik hitam putihnya.
Yang saya anjurkan adalah agar anda memupuk kepuasaan semaksimal mungkin kondisi kekinian anda supaya dengan demikian orang lain, tidak usah melalui kata-kata, mengakui betapa berharganya kehidupan anda itu. Pengakuan ini tidak mesti harus menyelaraskan dengan nilai-nilai atau standar-st?ndar tertentu yang dimiliki orang tersebut. Sebab pada hakekakatnya pengakuan anda akan posisi seseorang bukan hanya karena adanya kesesuaian anda dengan orang itu, tetapi bisa juga beranjak dari “keterpaksaan” anda untuk mau tidak mau bahwa orang itu memang eksis dan patut untuk diberi ruang kreativitas.
Melalui pengakuan mereka, berarti anda memndapat kredit point atas tahapan-tahapan berikutnya. Pengakuan orang lain itu bukanlah tujuan dari anda. Seperti yang saya katakan, ia adalah suatu keterpaksaan dari pihak luar atas penghargaan anda sendiri akan hal-hal yang anda punyai dan terlibat di dalamnya. Betapapun kecil nilainya hal-hal terebut menurut pandangan orang tersebut, atau bahkan dari kacamata anda sendiri. Memuaskan dengan apa yang ada pada hakekatnya membuka peluang pikiran untuk lebih kreatifitas dalam memulih dan menentukan segala sesuatu yang ada dibalik lingkaran dan pergumulan peristiwa demi peristiwa yang menyelimuti kehidupan anda. Dan termasuk creativitas pemikiran adan itu adalah memungkinkan adannya netralitas emosi anda ketika anda berhadapan dengan cita-cita atau keinginan yang anda bayangkan. Ternyata anda mampu memisahkan dengan sendirinya; mana sebenarnya modal dasar, dan mana sesunguhnya yang membutuhkan pemikiran dengan dilandasi oleh kearifan atas hak-hak realitas waktu. Disinilah dua kutub akan menemukan titik temunya ; eksistensi keduanya memang berbeda, tetapi keduanya tidak lebih dari dua kumparan yang melilit-lilit bagi energi yang utuh.
Sekali lagi saya tandaskan, kemungkinan anda untuk jatuh, itu hanya soal bagaimana anda memandang persoalan yang memenuhi hati dan pikiran anda. Bukan pada persoalan dimana anda bisa menikmatinya dengan mudah. Persoalan-persoalan yang ternyata memesakkan kehidupan anda itu adalah salah satu aspek, bukan seluruhnya, dari keutuhan dan keunikan pribadi anda, dan ingat persoalan-persoalan tesebut itu tidak meiliki otoritas yang sejati untuk mengendalikan anda. Justru andalah yang dilahirkan dan posisikan oleh hukum oleh bagi pengaturan persoalan-persoalan tersebut, sebab anda memiliki kebebasan berkreasi secara mutlak. Sementara persoalan-persoalan itu adalah obyek atau medan dimana ada yang melakukan dan bermain di dalamnya.
Hindari pemikiran akan langkah-langkah kesuksesan
Kalau kita mau jujur, maka sebenarnya hakekat gagal dan sukses itu semu belaka. Ia tidak mencerminkan dengan sungguh- sungguh siapa diri anda sebenarnya. Sebab pertanyaan “siapa saya” itu hanya ada pada perasan anda sendiri. Dunia terlalu luas dan komplek untuk memberi dirinya sendiri sebuah kesempatan bagi keterlibatan perasaan anda ini. Pada kenyataannya dunia senantiasa bersikap acuh tak acuh pada anda. Seberapa besar kesuksesan yang anda raih. Atau sebaliknya betapa hancurnya anda karena menemukan kegagalan terhadap yang anda inginkan, dunia dan segala isinya sama sekali tidakmemberi perhatian yang cukup bagi kedua keadaan ini.Dengan demikian, sukses atau gagal itu adalah soal interpretasi anda, penafsiran anda terhadap muatan-muatan penggalan waktu yang anda saat itu terlibat di dalamnya. Bila hari ini anda mengatakan gagal, maka sebenarnya pada hari yang sama anda juga mengalami kesuksesan. Kegagalan dan kesuksesan sesungguhnya tergantung pada sisi mana kita melihat dan memperhatikan dengan seksama. Kalau kaca mata atau teropong yang anda gunakan itu adalah “penerimaan sejati” atas apa yang menimpa anda, tanpa mengkaitkan dengan ketidakteraturan perasaan anda, maka sesunggguhnya anda adalah orang yang sukses.
Ketika saya tamat dari sekolah menengah atas, maka obsesi saya adalah melanjutkan ke Perguruan Tinggi dengan target; empat tahun saya harus menyelesaikan SI saya. Perlu diketahui, biaya untuk mendaftarkan di Perguruan Tinggi ini dengan persyaratan uang bangunan segala baru saya peroleh ketika ada sokongan dari saudara dan pamanku. Maklum ekonomi keluarga saya memang sangat payah sekali. Itupun diberi embel-embel warning; untuk selanjutnya kamu biayai sendiri kuliahmu. Untuk membiayai kuliah ini, saya mengabdikan diri pada almameter saya dulu ketika saya masih di tingkat dasar. Inipun terasa tidak cukup untuk membiayai hidup saya. Saya segera menerima tawaran untuk suatu pelajaran privat bagi anak-anak seorang kaya yang saya kenal. Dari honor-honor itu saya bisa membiayai kuliah saya. Tetapi nahas di tengah jalan, sistem perkuliahan swasta yang asal-asalan, ditambah kejenuhan saya bergaul dengan teman-teman yang usianya jauh di atas saya, yang rata-rata motivasi kuliah mereka sekedar menaikkan gaji di kantor, perhatian saya akan kuliah menjadi terkoyak.
Anehnya, kalau ini dikatakan begitu, konpensansi kejenuhan itu saya alihkan dengan mengikuti kegiatan teater di salah satu kota metropolis di Jawa Timur. Praktis waktu dan uang banyak yang tercurah ke situ. Ada semacam ketidak keyakinan dalam hati atas kredibilitas perguruan itu untuk dapat mengantarkan saya dalam menelusuri jenjang karir kehidupan yang saya idam-idamkan. Sementara di teater, walau tidak dapat memberi gelar SI pada saya, relatif ia sebagai wadah yang dapat menampung bakat seni peran saya. Tahukan anda di antara yang saya idam-idamkan waktu itu; sebagai bintang peran.
Ketika
biaya semester hendak dikeluarkan, kenangan saya macet total. Saya tidak tahu dari mana dan ke mana uang ini saya peroleh. Entah kenapa, begitu mudahnya saya mengambil keputusan untuk meninggalkan bangku kuliah, dan tak lama kemudian, teater yang saya ikuti saya tinggalkan pula. Untuk keduanya saya benar-benar gagal; kalau memang gelar sarjana lengkap dan bintang peran yang menjadi fokus perhatian saya. Sampai saat ini, hampir berjalan enam belas tahun, saya tampaknya tidak menemukan gelar dan predikat itu. Malah yang saya temukan adalah gelar dan predikat yang lebih prestisius dari kedua hal tersebut.
Penerimaan sejati adalah mengembalikan pribadi kita pada situasi di mana kita sebagai bagian kecil dari proses jagad raya ini. Kesuksesan yang kita rasakan sebenarnya tidak usah di peta-peta secara ketat dalam sistem hidup kita. Perhatian yang berlebihan terhadap pemetaan ini akan menimbulkan dampak kejiwaan yang sangat serius jika tingkat pengontrolan kita sangat rapuh. Biarkanlah kesuksesan kita berjalan merambat sesuai dengan tahapan-tahapan dari jenjang hidup kita dengan segala konsekwensi yang harus di dalam tahapan itu. Sebab sesungguhnya kesuksesan itu, sepanjang materi yang menjadi ukurannya, bagaikan suatu titik yang tidak memiliki dataran untuk menetap. Pun pula suatu pengorbanan yang dikeluarkan untuk merebut kesuksesan itu pada hakekatnya adalah kegagalan juga dalam memodifikasi berbagai peluang yang ada dihadapan kita dan hal itu mungkin sekali untuk kita lakukan.
Dengan demikian, di balik kesuksesan menyimpan kegagalan. Begitu juga sebaliknya, akan tetapi tidak ada kesuksesan yang sejati bagi orang-orang yang tidak mampu menghargai dan menikmati situasi atau keadaan dimana saat ini berada dan mengambil posisi. Sebab keadaan saat ini adalah modal dan capaian-capaian yang menjadi keinginan itu sangat tergantung bagaimana seseroang itu menata dan memanfaatkan peluang-peluang dari pengaturan dan penataan modal-modal tersebut.
Gerakan anda, kunci pembuka berbagai misteriKendali kehidupan anda memang sepenuhnya di tangan anda. Orang-orang bijak senantiasa menafsirkan keberhasilan hidup itu sepenuhnya terletak di tangan anda. Itu, bagi saya, adalah salah satu aspek dari berbagai aspek pandangan yang dikemukan oleh orang-orang bijak tersebut. Tetapi bagi saya persoalannya tidak semudah itu. Ketika kita berpikir, maka semua alam bergerak. Begitu kata Robert Anthony dalam buku larisnya “Resep Lanjutan Meraih Keberhasilan Total”. Kenyataannya memang demikian, lebih dari itu saya ingin menunjukkan kepada anda bahwa di manapun anda kini berada dan dalam situasi apapun anda terlibat di dalamnya, sesungguhnya ada tiga misteri yang tersimpan di dalamnya.
Pertama, bahwa keberadaan anda saat ini merupakan awal dari pelimpahan anugerah hidup anda yang sebelumnya belum anda dapatkan. Kedua, bahwa keberadaan anda saat ini merupakan akhir dari seluruh aktivitas dan karir anda. Dengan kata lain, maaf, anda akan meninggalkan dunia. Ketiga, bahwa sesungguhnya keberadaan anda saat ini menjadi kunci bagi ketetapan-ketetapan Tuhan yang dengannya akan menimpa anda; atau menyertai anda; atau bermanfaat bagi anda.
Begitulah yang pernah disampaikan oleh salah seorang tokoh spiritual Islam, Abu Hasan as-Syadzili. Ketiga perkara ini masih diselimuti oleh misteri. Dan untuk menguak kebenaran salah satu misteri tersebut, anda hanya membutuhkan kesabaran akan proses waktu. Tetapi adalah tugas anda, untuk membuat segala kemungkinan tersebut menjadi begitu baik bagi anda. Kenyataannya, hidup ini memang terasa menakutkan. Ada-ada saja yang mesti kita takutkan. (Ahmad Ali Junaidi)
Incoming search terms:
permainan
GTA (Grand Theft Auto) 4 (IV) mobile 3D- Mobile Phone Action Game games (jogo jogos de celular) java - Sony Ericsson Sonyericsson Nokia Motorola Siemens (128x160 176x220 240x320 multiscreen).jar
Micro Counter Strike 1.2 (Bluetooth BT) - Mobile Phone Action Multiplayer Game games (jogo jogos de celular) java - Sony Ericsson Sonyericsson Nokia Motorola Siemens (128x160 176x220 240x320 multiscreen).jar
Transformers - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Dragon Ball Z 3 - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Micro Counter Strike 1.2 (Bluetooth BT) - Mobile Phone Action Multiplayer Game games (jogo jogos de celular) java - Sony Ericsson Sonyericsson Nokia Motorola Siemens (128x160 176x220 240x320 multiscreen).jar
Transformers - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Dragon Ball Z 3 - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Minggu, 06 Maret 2011
puisi
Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas
back to top
aku dan Tulisanku
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku....
Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat
untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis
hari-hariku dipenuhi oleh suara-suara tak bergetar seperti kemarin ....
getaran itu semakin lama semakin sayup... perlahan
getaran itu melemah dan berhenti
seperti denyut nadi anak-anak ingusan
tak terdengar mereka oleh gesekan angin
Jika demokrasi adalah judul terindah bagi suatu bangsa
maka bangsaku hendak menggunakannya pula
mereka mengorbankan jiwa dengan sukarela atau dengan pesan
mereka sama-sama berdarah dan bahkan hilang oleh dahaga tanah
aliran sari-sari makanan kebebasan tak pernah sampai
tersebar ke seluruh tubuh
berhenti mereka di antara lembaran-lembaran kertas berstempel
Maaf jika hidupku adalah demokrasi
nampaknya ia tak punya judul lagi
kadang saya merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa Chairil Anwar
namun kadang saya menemukan ketidakbernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
the object of my affection telah mati
bersama judul tulisan-tulisan tentang demokrasi yang semakin kabur
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
DeKalb, June 10, 1999
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas
back to top
aku dan Tulisanku
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku....
Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat
untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis
hari-hariku dipenuhi oleh suara-suara tak bergetar seperti kemarin ....
getaran itu semakin lama semakin sayup... perlahan
getaran itu melemah dan berhenti
seperti denyut nadi anak-anak ingusan
tak terdengar mereka oleh gesekan angin
Jika demokrasi adalah judul terindah bagi suatu bangsa
maka bangsaku hendak menggunakannya pula
mereka mengorbankan jiwa dengan sukarela atau dengan pesan
mereka sama-sama berdarah dan bahkan hilang oleh dahaga tanah
aliran sari-sari makanan kebebasan tak pernah sampai
tersebar ke seluruh tubuh
berhenti mereka di antara lembaran-lembaran kertas berstempel
Maaf jika hidupku adalah demokrasi
nampaknya ia tak punya judul lagi
kadang saya merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa Chairil Anwar
namun kadang saya menemukan ketidakbernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
the object of my affection telah mati
bersama judul tulisan-tulisan tentang demokrasi yang semakin kabur
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
DeKalb, June 10, 1999
Minggu, 13 Februari 2011
cerita lucu (bibi dan telepon)
Bibik dan Telefon
Telefon pertama
Penelefon (X) : Helloooo…. Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf Salah nombor..ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud…
Telefon ke -2
Penelefon (X) : Helloooo……Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf, salah dail ni, encik..!! ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud. (jawabnya kesal)
Telefon ke -3
Penelefon (X) : Helloooo….
Bibik (Y) : Eeeh..Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! Walau saya cuma pembantu, tapi saya bisa laporin kamu ke polisi..!! (marah sangat dah ni!)
Penelefon (X) : Apakah ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud..??
Bibik (Y) : Aduuuh.. maaf2 yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelefon (X) : Harun Salim Bachik….
Bibik (Y) : ??!!@#@$!! (sambil usap2 dada)
Telefon ke -4
Penelefon (X) : Helloooo…..
Bibik (Y) : Kurang ajaaar..!!! Kamu punya nyawanya berapa hah!!!
Penelefon (X) : Saya Syed Mahmud…..
Bibik (Y) : Aduh..!!! Maaf tuan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan.??
Penelefon (X) : Segera panggil En Harun Salim Bachik..!!
Bibik (Y) : Hah..!…. (pengsan)
Selepas 10 minit kemudian setelah tersedar dari pengsan,
Telefon ke -5
Penelefon (Z) : Hallooooo….. (suara berbeza berbanding panggilan2 terdahulu)
Bibik (Y) : (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa tuan..??
Penelefon (Z) : Ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud??
Bibik (Y) : Iya betul….
Penelefon (Z) : Saya Harun Salim Bachik… , tadi ada orang cari saya???
Bibik (Y) : ??@#$%^??… (terkejang!)
Telefon pertama
Penelefon (X) : Helloooo…. Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf Salah nombor..ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud…
Telefon ke -2
Penelefon (X) : Helloooo……Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf, salah dail ni, encik..!! ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud. (jawabnya kesal)
Telefon ke -3
Penelefon (X) : Helloooo….
Bibik (Y) : Eeeh..Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! Walau saya cuma pembantu, tapi saya bisa laporin kamu ke polisi..!! (marah sangat dah ni!)
Penelefon (X) : Apakah ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud..??
Bibik (Y) : Aduuuh.. maaf2 yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelefon (X) : Harun Salim Bachik….
Bibik (Y) : ??!!@#@$!! (sambil usap2 dada)
Telefon ke -4
Penelefon (X) : Helloooo…..
Bibik (Y) : Kurang ajaaar..!!! Kamu punya nyawanya berapa hah!!!
Penelefon (X) : Saya Syed Mahmud…..
Bibik (Y) : Aduh..!!! Maaf tuan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan.??
Penelefon (X) : Segera panggil En Harun Salim Bachik..!!
Bibik (Y) : Hah..!…. (pengsan)
Selepas 10 minit kemudian setelah tersedar dari pengsan,
Telefon ke -5
Penelefon (Z) : Hallooooo….. (suara berbeza berbanding panggilan2 terdahulu)
Bibik (Y) : (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa tuan..??
Penelefon (Z) : Ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud??
Bibik (Y) : Iya betul….
Penelefon (Z) : Saya Harun Salim Bachik… , tadi ada orang cari saya???
Bibik (Y) : ??@#$%^??… (terkejang!)
Langganan:
Postingan (Atom)