Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita mendapatkan pribadi-pribadi yang mengeluhkan berbagai kekurangan dan keterbatasannya. Ada saja alasan mereka yang dikemukaan untuk sekedar membenarkan dan mencari kepuasaan psikhologis bagi keluhan-keluhan semacam itu. Bahkan kejadian ini secara jujur juga sering menimpa kita; disadari atau tidak. Celakanya pembenaran itu dilakukan dengan mengekploitasi data dan pengalaman-pengalaman tertentu yang diakibatkan oleh kegagalan atas capaian-capaian tertentu sebagaimana yang diinginkan. Tampaknya keluhan semacam itu tidak dimulai dari tingkat esensiel situasi di mana dengan mudah ia terlibat dan merasakan di dalam suasana itu. Tetapi lebih disebabkan oleh ketidakmampuan individu tersebut untuk mengelola data dan pengamalan tadi bagi adanya kontribusi positif atas apa yang diinginkan.
Dia lupa, bahwa sesungguhnya antara situasi di mana ia saat itu terlibat di dalamnya dengan mudah dengan suatu bayangan dari keadaan-keadaan tertentu yang menjadi pendorong keinginannya, dan yang membuat ia sesak karenannya, ada perbedaan yang cukup mendasar tanpa menghilangkan kemungkinan wujudnya timbal balik di antara kedua perbedaan itu. Situasi yang pertama adalah miliknya, haknya, yang mana individu tersebut memiliki kreativitas untuk mengendalikan secara langsung; kapan dan dimana ia mau. Hal itu disebabkan lantaran otoritas mutlak terhadap situasi atau keadaan di mana ia terlibat di dalamnya, sepenuhnya teragantung pada kontrol yang dilakukannya. Berbeda dengan yang kedua, di mana rasa sesak yang dialaminya itu ditimbulkan oleh berbagai bayangan yang terbungkus oleh keinginan-keinginan sesuatu yang belum dimilikinya, ia atau situasi ini sepenuhnya berada di luar kontrol atau kendali kekuasaannya. Sebab ia berada jauh dari dirinya. Dan untuk mendapatkannya, sang individu harus memberikan toleransi waktu untuk memenuhi haknya dalam perjalanan dan pergerakan yang alami sebagaimana sebuah pertumbuhan yang membutuhkan senjang waktu. Dengan demikian keluhan-keluhan itu muncul, bukan didasarkan pada ketidakmampuan untuk meraih apa yang dikehendaki atau yang diinginkan. Akan tetapi tidak lebih dari tiadanya kearifan sang individu untuk menerima berbagai tuntutan hak bagi sebuah realitas, yaitu perjalanan waktu. Dan untuk menumbuhkan, membiasakan serta menggairahkan kearifan tersebut, maka langkah pertama yang harus ditempuh oleh seseorang, sekaligus berfungsi penghentian proses perkerdilan jiwa, adalah mengubah kenegatifan pandangan anda tentang situasi yang tengah anda rasakan ke arah yang lebih positif dengan membayangkan bahwa kondisi demikian adalah urutan tahapan alamiah yang harus dinaiki untuk mendapatkan tahapan berikutnya yang lebih baik.
Dengan kata lain, gunakan kebebasan mutlak anda untuk menjadikan segala yang anda punyai sebagai sesuatu yang dinikmati, bagaimanapun negatifnya padangan atas sesuatu itu, termasuk dari perasaan anda. Sebab dengan permulaan anda untuk menikmati situasi tersebut, berarti anda membuka peluang dalam diri anda akan datangnya hal-hal yang menyenangkan yang datang dari luar, termasuk apa yang anda harapkan? Bagaimana ini bisa terjadi? “Barangkali itulah pikiran anda yang memberi kesempatan saya untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang saya sebutkan di atas, yakni hubungan timbal balik antara situasi di mana anda memegang kendali dengan situasi yang muncul disebabkan oleh bayangan-bayangan yang anda cita-citakan.
Hubungan timbal balik diantara dua kutub
Bila anda menyadari bahwa modal yang paling utama bagi pengembangan karir anda adalah apa yang saat ini anda miliki, anda kuasai, dan anda bebas untuk menikmatinya, maka anda saya anjurkan untuk tidak membayangkan bahwa keberhasilan anda kelak, sebagaimana yang anda impikan, itu bisa anda raih melalui modal pinjaman yang dimiliki oleh orang lain, betapapun prospeknya modal pinjaman itu menurut persangkaan anda. Sebab segala sesuatu yang berlaku pada orang lain, sepenuhnya tidak bisa dikenakan pada diri anda. Ini tidak sekedar dan sebagai kriteria-kriteria tertentu, ataupun ukuran-ukuran convencional yang berlaku di dalam kesejahteraan materi dan kejiwaan. Melainkan tiap-tiap individu memiliki keunikan dan kekhasan yang sangat rumit yang tidak bisa ditarik hitam putihnya.
Yang saya anjurkan adalah agar anda memupuk kepuasaan semaksimal mungkin kondisi kekinian anda supaya dengan demikian orang lain, tidak usah melalui kata-kata, mengakui betapa berharganya kehidupan anda itu. Pengakuan ini tidak mesti harus menyelaraskan dengan nilai-nilai atau standar-st?ndar tertentu yang dimiliki orang tersebut. Sebab pada hakekakatnya pengakuan anda akan posisi seseorang bukan hanya karena adanya kesesuaian anda dengan orang itu, tetapi bisa juga beranjak dari “keterpaksaan” anda untuk mau tidak mau bahwa orang itu memang eksis dan patut untuk diberi ruang kreativitas.
Melalui pengakuan mereka, berarti anda memndapat kredit point atas tahapan-tahapan berikutnya. Pengakuan orang lain itu bukanlah tujuan dari anda. Seperti yang saya katakan, ia adalah suatu keterpaksaan dari pihak luar atas penghargaan anda sendiri akan hal-hal yang anda punyai dan terlibat di dalamnya. Betapapun kecil nilainya hal-hal terebut menurut pandangan orang tersebut, atau bahkan dari kacamata anda sendiri. Memuaskan dengan apa yang ada pada hakekatnya membuka peluang pikiran untuk lebih kreatifitas dalam memulih dan menentukan segala sesuatu yang ada dibalik lingkaran dan pergumulan peristiwa demi peristiwa yang menyelimuti kehidupan anda. Dan termasuk creativitas pemikiran adan itu adalah memungkinkan adannya netralitas emosi anda ketika anda berhadapan dengan cita-cita atau keinginan yang anda bayangkan. Ternyata anda mampu memisahkan dengan sendirinya; mana sebenarnya modal dasar, dan mana sesunguhnya yang membutuhkan pemikiran dengan dilandasi oleh kearifan atas hak-hak realitas waktu. Disinilah dua kutub akan menemukan titik temunya ; eksistensi keduanya memang berbeda, tetapi keduanya tidak lebih dari dua kumparan yang melilit-lilit bagi energi yang utuh.
Sekali lagi saya tandaskan, kemungkinan anda untuk jatuh, itu hanya soal bagaimana anda memandang persoalan yang memenuhi hati dan pikiran anda. Bukan pada persoalan dimana anda bisa menikmatinya dengan mudah. Persoalan-persoalan yang ternyata memesakkan kehidupan anda itu adalah salah satu aspek, bukan seluruhnya, dari keutuhan dan keunikan pribadi anda, dan ingat persoalan-persoalan tesebut itu tidak meiliki otoritas yang sejati untuk mengendalikan anda. Justru andalah yang dilahirkan dan posisikan oleh hukum oleh bagi pengaturan persoalan-persoalan tersebut, sebab anda memiliki kebebasan berkreasi secara mutlak. Sementara persoalan-persoalan itu adalah obyek atau medan dimana ada yang melakukan dan bermain di dalamnya.
Hindari pemikiran akan langkah-langkah kesuksesan
Kalau kita mau jujur, maka sebenarnya hakekat gagal dan sukses itu semu belaka. Ia tidak mencerminkan dengan sungguh- sungguh siapa diri anda sebenarnya. Sebab pertanyaan “siapa saya” itu hanya ada pada perasan anda sendiri. Dunia terlalu luas dan komplek untuk memberi dirinya sendiri sebuah kesempatan bagi keterlibatan perasaan anda ini. Pada kenyataannya dunia senantiasa bersikap acuh tak acuh pada anda. Seberapa besar kesuksesan yang anda raih. Atau sebaliknya betapa hancurnya anda karena menemukan kegagalan terhadap yang anda inginkan, dunia dan segala isinya sama sekali tidakmemberi perhatian yang cukup bagi kedua keadaan ini.Dengan demikian, sukses atau gagal itu adalah soal interpretasi anda, penafsiran anda terhadap muatan-muatan penggalan waktu yang anda saat itu terlibat di dalamnya. Bila hari ini anda mengatakan gagal, maka sebenarnya pada hari yang sama anda juga mengalami kesuksesan. Kegagalan dan kesuksesan sesungguhnya tergantung pada sisi mana kita melihat dan memperhatikan dengan seksama. Kalau kaca mata atau teropong yang anda gunakan itu adalah “penerimaan sejati” atas apa yang menimpa anda, tanpa mengkaitkan dengan ketidakteraturan perasaan anda, maka sesunggguhnya anda adalah orang yang sukses.
Ketika saya tamat dari sekolah menengah atas, maka obsesi saya adalah melanjutkan ke Perguruan Tinggi dengan target; empat tahun saya harus menyelesaikan SI saya. Perlu diketahui, biaya untuk mendaftarkan di Perguruan Tinggi ini dengan persyaratan uang bangunan segala baru saya peroleh ketika ada sokongan dari saudara dan pamanku. Maklum ekonomi keluarga saya memang sangat payah sekali. Itupun diberi embel-embel warning; untuk selanjutnya kamu biayai sendiri kuliahmu. Untuk membiayai kuliah ini, saya mengabdikan diri pada almameter saya dulu ketika saya masih di tingkat dasar. Inipun terasa tidak cukup untuk membiayai hidup saya. Saya segera menerima tawaran untuk suatu pelajaran privat bagi anak-anak seorang kaya yang saya kenal. Dari honor-honor itu saya bisa membiayai kuliah saya. Tetapi nahas di tengah jalan, sistem perkuliahan swasta yang asal-asalan, ditambah kejenuhan saya bergaul dengan teman-teman yang usianya jauh di atas saya, yang rata-rata motivasi kuliah mereka sekedar menaikkan gaji di kantor, perhatian saya akan kuliah menjadi terkoyak.
Anehnya, kalau ini dikatakan begitu, konpensansi kejenuhan itu saya alihkan dengan mengikuti kegiatan teater di salah satu kota metropolis di Jawa Timur. Praktis waktu dan uang banyak yang tercurah ke situ. Ada semacam ketidak keyakinan dalam hati atas kredibilitas perguruan itu untuk dapat mengantarkan saya dalam menelusuri jenjang karir kehidupan yang saya idam-idamkan. Sementara di teater, walau tidak dapat memberi gelar SI pada saya, relatif ia sebagai wadah yang dapat menampung bakat seni peran saya. Tahukan anda di antara yang saya idam-idamkan waktu itu; sebagai bintang peran.
Ketika
biaya semester hendak dikeluarkan, kenangan saya macet total. Saya tidak tahu dari mana dan ke mana uang ini saya peroleh. Entah kenapa, begitu mudahnya saya mengambil keputusan untuk meninggalkan bangku kuliah, dan tak lama kemudian, teater yang saya ikuti saya tinggalkan pula. Untuk keduanya saya benar-benar gagal; kalau memang gelar sarjana lengkap dan bintang peran yang menjadi fokus perhatian saya. Sampai saat ini, hampir berjalan enam belas tahun, saya tampaknya tidak menemukan gelar dan predikat itu. Malah yang saya temukan adalah gelar dan predikat yang lebih prestisius dari kedua hal tersebut.
Penerimaan sejati adalah mengembalikan pribadi kita pada situasi di mana kita sebagai bagian kecil dari proses jagad raya ini. Kesuksesan yang kita rasakan sebenarnya tidak usah di peta-peta secara ketat dalam sistem hidup kita. Perhatian yang berlebihan terhadap pemetaan ini akan menimbulkan dampak kejiwaan yang sangat serius jika tingkat pengontrolan kita sangat rapuh. Biarkanlah kesuksesan kita berjalan merambat sesuai dengan tahapan-tahapan dari jenjang hidup kita dengan segala konsekwensi yang harus di dalam tahapan itu. Sebab sesungguhnya kesuksesan itu, sepanjang materi yang menjadi ukurannya, bagaikan suatu titik yang tidak memiliki dataran untuk menetap. Pun pula suatu pengorbanan yang dikeluarkan untuk merebut kesuksesan itu pada hakekatnya adalah kegagalan juga dalam memodifikasi berbagai peluang yang ada dihadapan kita dan hal itu mungkin sekali untuk kita lakukan.
Dengan demikian, di balik kesuksesan menyimpan kegagalan. Begitu juga sebaliknya, akan tetapi tidak ada kesuksesan yang sejati bagi orang-orang yang tidak mampu menghargai dan menikmati situasi atau keadaan dimana saat ini berada dan mengambil posisi. Sebab keadaan saat ini adalah modal dan capaian-capaian yang menjadi keinginan itu sangat tergantung bagaimana seseroang itu menata dan memanfaatkan peluang-peluang dari pengaturan dan penataan modal-modal tersebut.
Gerakan anda, kunci pembuka berbagai misteriKendali kehidupan anda memang sepenuhnya di tangan anda. Orang-orang bijak senantiasa menafsirkan keberhasilan hidup itu sepenuhnya terletak di tangan anda. Itu, bagi saya, adalah salah satu aspek dari berbagai aspek pandangan yang dikemukan oleh orang-orang bijak tersebut. Tetapi bagi saya persoalannya tidak semudah itu. Ketika kita berpikir, maka semua alam bergerak. Begitu kata Robert Anthony dalam buku larisnya “Resep Lanjutan Meraih Keberhasilan Total”. Kenyataannya memang demikian, lebih dari itu saya ingin menunjukkan kepada anda bahwa di manapun anda kini berada dan dalam situasi apapun anda terlibat di dalamnya, sesungguhnya ada tiga misteri yang tersimpan di dalamnya.
Pertama, bahwa keberadaan anda saat ini merupakan awal dari pelimpahan anugerah hidup anda yang sebelumnya belum anda dapatkan. Kedua, bahwa keberadaan anda saat ini merupakan akhir dari seluruh aktivitas dan karir anda. Dengan kata lain, maaf, anda akan meninggalkan dunia. Ketiga, bahwa sesungguhnya keberadaan anda saat ini menjadi kunci bagi ketetapan-ketetapan Tuhan yang dengannya akan menimpa anda; atau menyertai anda; atau bermanfaat bagi anda.
Begitulah yang pernah disampaikan oleh salah seorang tokoh spiritual Islam, Abu Hasan as-Syadzili. Ketiga perkara ini masih diselimuti oleh misteri. Dan untuk menguak kebenaran salah satu misteri tersebut, anda hanya membutuhkan kesabaran akan proses waktu. Tetapi adalah tugas anda, untuk membuat segala kemungkinan tersebut menjadi begitu baik bagi anda. Kenyataannya, hidup ini memang terasa menakutkan. Ada-ada saja yang mesti kita takutkan. (Ahmad Ali Junaidi)
Incoming search terms:
Jumat, 17 Juni 2011
permainan
GTA (Grand Theft Auto) 4 (IV) mobile 3D- Mobile Phone Action Game games (jogo jogos de celular) java - Sony Ericsson Sonyericsson Nokia Motorola Siemens (128x160 176x220 240x320 multiscreen).jar
Micro Counter Strike 1.2 (Bluetooth BT) - Mobile Phone Action Multiplayer Game games (jogo jogos de celular) java - Sony Ericsson Sonyericsson Nokia Motorola Siemens (128x160 176x220 240x320 multiscreen).jar
Transformers - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Dragon Ball Z 3 - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Micro Counter Strike 1.2 (Bluetooth BT) - Mobile Phone Action Multiplayer Game games (jogo jogos de celular) java - Sony Ericsson Sonyericsson Nokia Motorola Siemens (128x160 176x220 240x320 multiscreen).jar
Transformers - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Dragon Ball Z 3 - Mobile Phone Game Games (Jogo Jogos de Celular) Java - Sony Ericsson SonyEricsson Nokia Motorola Siemens 128x128 128x160.jar
Minggu, 06 Maret 2011
puisi
Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas
back to top
aku dan Tulisanku
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku....
Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat
untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis
hari-hariku dipenuhi oleh suara-suara tak bergetar seperti kemarin ....
getaran itu semakin lama semakin sayup... perlahan
getaran itu melemah dan berhenti
seperti denyut nadi anak-anak ingusan
tak terdengar mereka oleh gesekan angin
Jika demokrasi adalah judul terindah bagi suatu bangsa
maka bangsaku hendak menggunakannya pula
mereka mengorbankan jiwa dengan sukarela atau dengan pesan
mereka sama-sama berdarah dan bahkan hilang oleh dahaga tanah
aliran sari-sari makanan kebebasan tak pernah sampai
tersebar ke seluruh tubuh
berhenti mereka di antara lembaran-lembaran kertas berstempel
Maaf jika hidupku adalah demokrasi
nampaknya ia tak punya judul lagi
kadang saya merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa Chairil Anwar
namun kadang saya menemukan ketidakbernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
the object of my affection telah mati
bersama judul tulisan-tulisan tentang demokrasi yang semakin kabur
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
DeKalb, June 10, 1999
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas
back to top
aku dan Tulisanku
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku....
Maaf saya tidak dapat menemukan judul yang tepat
untuk untaian kalimat yang hendak saya tulis
hari-hariku dipenuhi oleh suara-suara tak bergetar seperti kemarin ....
getaran itu semakin lama semakin sayup... perlahan
getaran itu melemah dan berhenti
seperti denyut nadi anak-anak ingusan
tak terdengar mereka oleh gesekan angin
Jika demokrasi adalah judul terindah bagi suatu bangsa
maka bangsaku hendak menggunakannya pula
mereka mengorbankan jiwa dengan sukarela atau dengan pesan
mereka sama-sama berdarah dan bahkan hilang oleh dahaga tanah
aliran sari-sari makanan kebebasan tak pernah sampai
tersebar ke seluruh tubuh
berhenti mereka di antara lembaran-lembaran kertas berstempel
Maaf jika hidupku adalah demokrasi
nampaknya ia tak punya judul lagi
kadang saya merasa sangat berharga dan ingin hidup
seperti jiwa Chairil Anwar
namun kadang saya menemukan ketidakbernilaian
yang mendorongku untuk mengakhiri hidup
the object of my affection telah mati
bersama judul tulisan-tulisan tentang demokrasi yang semakin kabur
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
DeKalb, June 10, 1999
Minggu, 13 Februari 2011
cerita lucu (bibi dan telepon)
Bibik dan Telefon
Telefon pertama
Penelefon (X) : Helloooo…. Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf Salah nombor..ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud…
Telefon ke -2
Penelefon (X) : Helloooo……Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf, salah dail ni, encik..!! ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud. (jawabnya kesal)
Telefon ke -3
Penelefon (X) : Helloooo….
Bibik (Y) : Eeeh..Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! Walau saya cuma pembantu, tapi saya bisa laporin kamu ke polisi..!! (marah sangat dah ni!)
Penelefon (X) : Apakah ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud..??
Bibik (Y) : Aduuuh.. maaf2 yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelefon (X) : Harun Salim Bachik….
Bibik (Y) : ??!!@#@$!! (sambil usap2 dada)
Telefon ke -4
Penelefon (X) : Helloooo…..
Bibik (Y) : Kurang ajaaar..!!! Kamu punya nyawanya berapa hah!!!
Penelefon (X) : Saya Syed Mahmud…..
Bibik (Y) : Aduh..!!! Maaf tuan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan.??
Penelefon (X) : Segera panggil En Harun Salim Bachik..!!
Bibik (Y) : Hah..!…. (pengsan)
Selepas 10 minit kemudian setelah tersedar dari pengsan,
Telefon ke -5
Penelefon (Z) : Hallooooo….. (suara berbeza berbanding panggilan2 terdahulu)
Bibik (Y) : (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa tuan..??
Penelefon (Z) : Ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud??
Bibik (Y) : Iya betul….
Penelefon (Z) : Saya Harun Salim Bachik… , tadi ada orang cari saya???
Bibik (Y) : ??@#$%^??… (terkejang!)
Telefon pertama
Penelefon (X) : Helloooo…. Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf Salah nombor..ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud…
Telefon ke -2
Penelefon (X) : Helloooo……Apakah ini kediaman En Harun Salim Bachik..??
Bibik (Y) : Maaf, salah dail ni, encik..!! ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud. (jawabnya kesal)
Telefon ke -3
Penelefon (X) : Helloooo….
Bibik (Y) : Eeeh..Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! Walau saya cuma pembantu, tapi saya bisa laporin kamu ke polisi..!! (marah sangat dah ni!)
Penelefon (X) : Apakah ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud..??
Bibik (Y) : Aduuuh.. maaf2 yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelefon (X) : Harun Salim Bachik….
Bibik (Y) : ??!!@#@$!! (sambil usap2 dada)
Telefon ke -4
Penelefon (X) : Helloooo…..
Bibik (Y) : Kurang ajaaar..!!! Kamu punya nyawanya berapa hah!!!
Penelefon (X) : Saya Syed Mahmud…..
Bibik (Y) : Aduh..!!! Maaf tuan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan.??
Penelefon (X) : Segera panggil En Harun Salim Bachik..!!
Bibik (Y) : Hah..!…. (pengsan)
Selepas 10 minit kemudian setelah tersedar dari pengsan,
Telefon ke -5
Penelefon (Z) : Hallooooo….. (suara berbeza berbanding panggilan2 terdahulu)
Bibik (Y) : (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa tuan..??
Penelefon (Z) : Ini kediaman keluarga Tuan Syed Mahmud??
Bibik (Y) : Iya betul….
Penelefon (Z) : Saya Harun Salim Bachik… , tadi ada orang cari saya???
Bibik (Y) : ??@#$%^??… (terkejang!)
Selasa, 18 Januari 2011
arti cinta
~...arti cinta yang sesungguhnya...~
oleh; eroza junanda
Bila seseorang sedang jatuh cinta terkadang akan membutakan dirinya untuk memiliki pasangan idamannya. Tetapi terkadang hal itu tidak berlaku karena ada hal yang harus dipertimbangkan untuk memiliki pasangan idaman anda. Ada beberapa arti tentang cinta yang menyatakan bahwa apakah itu cinta yang sesungguhnya atau cinta itu secara nafsu belaka.
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Seseorang yang jatuh cinta terkadang menggunakan perasaan atau hati belaka tetapi jika tidak ingin menimbulkan kekacauan di kemudian hari sebaiknya anda juga harus menggunakan akal sehat. Bohong besar jika anda bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan dan ideal kelompok dimana anda berasal. Bohong besar pula jika merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban saat perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu saat nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda anda sedang jatuh cinta tetapi itu merupakan sinyal kebodohan.
Cinta membutuhkan proses. Cinta biasanya tumbuh dan berkembang yang merupakan emosi kompleks. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin anda mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya saat dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena 'cinta pada pandangan pertama' adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat bahkan sampai tergila-gila. kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus 'cinta pada pandangan pertama', banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta karena mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas secara utuh.
Cinta tidak menguasai dan mengalah tapi saling berbagi. Jika anda berkeinginan untuk mengontrol pasangan anda maka itu namanya bukan cinta. Jika anda bersedia mengalah hanya untuk kepuasan kekasih, itu pun bukan cinta. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasihnya sebagai atasan atau bawahan tapi sebagai pasangan untuk saling berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila anda berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau selalu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorduakan) berarti anda belum siap memberi dan menerima cinta.
Cinta itu konstruktif. Individu yang mencinta, berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif dan merencanakan masa depan. Sebaliknya jatuh cinta yang impulsif bukannya berpikir dan bertindak konstruktif tetapi dia kehilangan ambisi, nafsu makan dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi dan impiannya pun tidak mungkin tercapai. Bahkan
impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
Cinta tidak melenyapkan semua masalah. Bagi penganut paham romantik mempercayai bahwa cinta bisa mengatasi masalah dan cinta bisa menjadi obat dari segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar dapatkan solusinya. Jika anda tengah di mabuk cinta maka akan cenderung membutakan mata anda saat mendapat masalah sehingga mengesampingkan masalah tersebut.
Cinta cenderung konstan. Cinta memang bergerak konstan dan anda patut curiga bila grafik perasaan anda pada pasangan turun naik secara tajam. Jika saat jauh anda merasa pasangan anda lebih hebar daripada saat bersama, itu pertanda anda mengidealisasikannya bukan secara realistis. Sehingga saat anda kembali bersama maka anda memandang hebat saat anda berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal sama saat dia jauh. Hal itu menandakan anda terkecoh dengan daya tarik fisiknya saja. Karena cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan maka anda akan selalu menyukainya dalam kadar yang sama.
Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik. Dalam hubungan cinta memang daya tarik fisik itu penting. Tapi akan bahaya bila anda menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, anda menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Karena kontak fisik hanya akan terasa menyenangkan bila anda dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Bila anda menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi yang menyenangkan tanpa makna apa-apa maka itu bukan cinta tapi nafsu belaka. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan semakin dalam. Sedang nafsu menuntut hanya pemuasan fisik dari awal pertemuan.
Cinta tidak buta tapi menerima. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta maka dia harus berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik tetapi harus didasari oleh perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan anda sangat buruk maka menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Setelah keinginannya terpuaskan maka anda akan ditinggalkan, hal ini hanya karena anda memiliki secuil keburukan yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan. Seseorang yang benar-benar mencinta akan memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan dan memajukan hubungan. Seseorang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Tetapi usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
Cinta berani melakukan hal menyakitkan. Jika seseorang benar-benar mencinta, bukan hanya berusaha menyenangkan kekasihnya tetapi juga memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Katakan 'tidak' bila memang dia ingin melakukan sesuatu yang kurang baik untuk dirinya. Jadi seharusnya setiap pasangan harus saling berbagi dan mengingatkan tentang sesuatu hal yang baik ataupun buruk. Itulah arti cinta yang sesungguhnya
~,::::: ::::.~
di kutip dr:
oleh; eroza junanda
Bila seseorang sedang jatuh cinta terkadang akan membutakan dirinya untuk memiliki pasangan idamannya. Tetapi terkadang hal itu tidak berlaku karena ada hal yang harus dipertimbangkan untuk memiliki pasangan idaman anda. Ada beberapa arti tentang cinta yang menyatakan bahwa apakah itu cinta yang sesungguhnya atau cinta itu secara nafsu belaka.
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Seseorang yang jatuh cinta terkadang menggunakan perasaan atau hati belaka tetapi jika tidak ingin menimbulkan kekacauan di kemudian hari sebaiknya anda juga harus menggunakan akal sehat. Bohong besar jika anda bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan dan ideal kelompok dimana anda berasal. Bohong besar pula jika merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban saat perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu saat nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda anda sedang jatuh cinta tetapi itu merupakan sinyal kebodohan.
Cinta membutuhkan proses. Cinta biasanya tumbuh dan berkembang yang merupakan emosi kompleks. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin anda mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya saat dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena 'cinta pada pandangan pertama' adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat bahkan sampai tergila-gila. kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus 'cinta pada pandangan pertama', banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta karena mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas secara utuh.
Cinta tidak menguasai dan mengalah tapi saling berbagi. Jika anda berkeinginan untuk mengontrol pasangan anda maka itu namanya bukan cinta. Jika anda bersedia mengalah hanya untuk kepuasan kekasih, itu pun bukan cinta. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasihnya sebagai atasan atau bawahan tapi sebagai pasangan untuk saling berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila anda berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau selalu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorduakan) berarti anda belum siap memberi dan menerima cinta.
Cinta itu konstruktif. Individu yang mencinta, berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif dan merencanakan masa depan. Sebaliknya jatuh cinta yang impulsif bukannya berpikir dan bertindak konstruktif tetapi dia kehilangan ambisi, nafsu makan dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi dan impiannya pun tidak mungkin tercapai. Bahkan
impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
Cinta tidak melenyapkan semua masalah. Bagi penganut paham romantik mempercayai bahwa cinta bisa mengatasi masalah dan cinta bisa menjadi obat dari segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar dapatkan solusinya. Jika anda tengah di mabuk cinta maka akan cenderung membutakan mata anda saat mendapat masalah sehingga mengesampingkan masalah tersebut.
Cinta cenderung konstan. Cinta memang bergerak konstan dan anda patut curiga bila grafik perasaan anda pada pasangan turun naik secara tajam. Jika saat jauh anda merasa pasangan anda lebih hebar daripada saat bersama, itu pertanda anda mengidealisasikannya bukan secara realistis. Sehingga saat anda kembali bersama maka anda memandang hebat saat anda berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal sama saat dia jauh. Hal itu menandakan anda terkecoh dengan daya tarik fisiknya saja. Karena cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan maka anda akan selalu menyukainya dalam kadar yang sama.
Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik. Dalam hubungan cinta memang daya tarik fisik itu penting. Tapi akan bahaya bila anda menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, anda menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Karena kontak fisik hanya akan terasa menyenangkan bila anda dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Bila anda menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi yang menyenangkan tanpa makna apa-apa maka itu bukan cinta tapi nafsu belaka. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan semakin dalam. Sedang nafsu menuntut hanya pemuasan fisik dari awal pertemuan.
Cinta tidak buta tapi menerima. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta maka dia harus berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik tetapi harus didasari oleh perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan anda sangat buruk maka menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Setelah keinginannya terpuaskan maka anda akan ditinggalkan, hal ini hanya karena anda memiliki secuil keburukan yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan. Seseorang yang benar-benar mencinta akan memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan dan memajukan hubungan. Seseorang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Tetapi usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
Cinta berani melakukan hal menyakitkan. Jika seseorang benar-benar mencinta, bukan hanya berusaha menyenangkan kekasihnya tetapi juga memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Katakan 'tidak' bila memang dia ingin melakukan sesuatu yang kurang baik untuk dirinya. Jadi seharusnya setiap pasangan harus saling berbagi dan mengingatkan tentang sesuatu hal yang baik ataupun buruk. Itulah arti cinta yang sesungguhnya
~,::::: ::::.~
di kutip dr:
Kamis, 06 Januari 2011
ilmu fiqih
Fiqh merupakan salah satu disiplin ilmu Islam yg bisa menjadi teropong keindahan dan kesempurnaan Islam. Dinamika pendapat yg terjadi diantara para fuqoha menunjukkan betapa Islam memberikan kelapangan terhadap akal utk kreativitas dan berijtihad. Sebagaimana qaidah-qaidah fiqh dan prinsif-prinsif Syari’ah yg bertujuan utk menjaga kelestarian lima aksioma yakni; Agama akal jiwa harta dan keturunan menunjukkan betapa ajaran ini memiliki filosofi dan tujuan yg jelas sehingga layak utk exis sampai akhir zaman.
Pengertian Fiqh Fiqh menurut EtimologiFiqh menurut bahasa berarti; faham sebagaimana firman Allah SWT “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supaya mereka memahami perkataanku.” Pengertian fiqh seperti diatas juga tertera dalam ayat lain seperti; Surah Hud 91 Surah At Taubah 122 Surah An Nisa 78 Fiqh dalam terminologi IslamDalam terminologi Islam fiqh mengalami proses penyempitan makna; apa yg dipahami oleh generasi awal umat ini berbeda dgn apa yg populer di genersi kemudian karenanya kita perlu kemukakan pengertian fiqh menurut versi masing-masing generasi;
Pengertian fiqh dalam terminologi generasi Awal Dalam pemahaman generasi-generasi awal umat Islam fiqh berarti pemahaman yg mendalam terhadap Islam secara utuh sebagaimana tersebut dalam Atsar-atsar berikut diantaranya sabda Rasulullah SAW “Mudah-mudahan Allah memuliakan orang yg mendengar suatu hadist dariku maka ia menghapalkannya kemuadian menyampaikannya krn banyak orang yg menyampaikan fiqh kepada orang yg lbh menguasainya dan banyak orang yg menyandang fiqh dia bukan seorang Faqih.” Ketika mendo’akan Ibnu Abbas Rasulullah SAW berkata “Ya Allah berikan kepadanya pemahaman dalam agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir.” Dalam penggalan cerita Anas bin Malik tentang beredarnya isu bahwa Rasulullah SAW telah bersikap tidak adil dalam membagikan rampasan perang Thaif ia berkata “Para ahli fiqihnya berkata kepadanya Adapun para cendekiawan kami Wahai Rasulullah ! tidak pernah mengatakan apapun.” Dan ketika Umar bin Khattab bermaksud utk menyampaikan khutbah yg penting pada para jama’ah haji Abdurrahman bin Auf mengusulkan utk menundanya krn dikalangan jama’ah bercampur sembarang orang ia berkata “Khususkan kepada para fuqoha .” Makna fiqh yg universal seperti diatas itulah yg difahami generasi sahabat tabi’in dan beberapa generasi sesudahnya sehingga Imam Abu Hanifah memberi judul salah satu buku akidahnya dgn “al Fiqh al Akbar.” Istilah fuqoha dari pengertian fiqih diatas berbeda dgn makna istilah Qurra sebagaimana disebutkan Ibnu Khaldun krn dalam suatu hadist ternyata kedua istilah ini dibedakan Rasulullah SAW bersabda “Dan akan datang pada manusia suatu zaman dimana para faqihnya sedikit sedangkan Qurranya banyak; mereka menghafal huruf-huruf al Qur’an dan menyia-nyiakan norma-normanya banyak orang yg meminta tetapi sedikit yg memberi mereka memanjangkan khutbah dan memendekkan sholat serta memperturutkan hawa nafsunya sebelum beramal.” Lebih jauh tentang pengertian Fiqh seperti disebutkan diatas Shadru al Syari’ah Ubaidillah bin Mas’ud menyebutkan “Istilah fiqh menurut generasi pertama identik atas ilmu akhirat dan pengetahuan tentang seluk beluk kejiwaan sikap cenderung kepada akhirat dan meremehkan dunia dan aku tidak mengatakan fiqh itu sejak awal hanya mencakup fatwa dan hukum-hukum yg dhahir saja.” Demikian juga Ibnu Abidin beliau berkata “Yang dimaksud Fuqaha adl orang-orang yg mengetahuai hukum-hukum Allah dalam i’tikad dan praktek karenanya penamaan ilmu furu’ sebagai fiqh adl sesuatu yg baru.” Definisi tersebut diperkuat dgn perkataan al Imam al Hasan al Bashri “Orang faqih itu adl yg berpaling dari dunia menginginkan akhirat memahami agamanya konsisten beribadah kepada Tuhannya bersikap wara’ menahan diri dari privasi kaum muslimin ta’afuf terhadap harta orang dan senantiasa menasihati jama’ahnya.”
Pengertian fiqh dalam terminologi Mutaakhirin Dalam terminologi mutakhirin Fiqh adl Ilmu furu’ yaitu “mengetahui hukum Syara’ yg bersipat amaliah dari dalil-dalilnya yg rinci.Syarah/penjelasan definisi ini adalah - Hukum Syara’ Hukum yg diambil yg diambil dari Syara’ seperti; Wajib Sunah Haram Makruh dan Mubah.- Yang bersifat amaliah bukan yg berkaitan dgn aqidah dan kejiwaan.- Dalil-dali yg rinci seperti; dalil wajibnya sholat adl “wa Aqiimus sholaah” bukan kaidah-kaidah umum seperti kaidah Ushul Fiqh. Dengan definisi diatas fiqh tidak hanya mencakup hukum syara’ yg bersifat dharuriah seperti; wajibnya sholat lima waktu haramnya hamr dsb. Tetapi juga mencakup hukum-hukum yg dhanny seperti; apakah menyentuh wanita itu membatalkan wudhu atau tidak? Apakah yg harus dihapus dalam wudhu itu seluruh kepala atau cukup sebagiannya saja? Lebih spesifik lagi para ahli hukum dan undang-undang Islam memberikan definisi fiqh dengan; Ilmu khusus tentang hukum-hukum syara’ yg furu dgn berlandaskan hujjah dan argumen.
Hubungan Fiqh dan Syari’ah Setelah dijelaskan pengertian fiqh dalam terminologi mutakhirin yg kemudian populer sekarang dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antar Fiqh dan Syari’ah adalah Bahwa ada kecocokan antara Fiqh dan Syari’ah dalam satu sisi namun masing-masing memiliki cakupan yg lbh luas dari yg lainnya dalam sisi yg lain hubungan seperti ini dalam ilmu mantiq disebut “‘umumun khususun min wajhin” yakni; Fiqh identik dgn Syari’ah dalam hasil-hasil ijtihad mujtahid yg benar. Sementara pada sisi yg lain Fiqh lbh luas krn pembahasannya mencakup hasil-hasil ijtihad mujtahid yg salah sementara Syari’ah lbh luas dari Fiqh krn bukan hanya mencakup hukum-hukum yg berkaitan dgn ibadah amaliah saja tetapi juga aqidah akhlak dan kisah-kisah umat terdahulu.Syariah sangat lengkap; tidak hanya berisikan dalil-dalil furu’ tetapi mencakup kaidah-kaidah umum dan prinsif-prinsif dasar dari hukum syara seperti; Ushul al Fiqh dan al Qawa’id al Fiqhiyyah.Syari’ah lbh universal dari Fiqh.Syari’ah wajib dilaksanakan oleh seluruh umat manusia sehingga kita wajib mendakwahkannya sementara fiqh seorang Imam tidak demikian halnya.Syari’ah seluruhnya pasti benar berbeda dgn fiqh.Syari’ah kekal abdi sementara fiqh seorang Imam sangat mungkin berubah.
Patokan-patokan dalam Fiqh Dalam mempelajari fiqh Islam telah meletakkan patokan-patokan umum guna menjadi pedoman bagi kaum muslimin yaitu
Melarang membahas peristiwa yg belum terjadi sampai ia terjadi. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala “Hai orang-orang yg beriman ! janganlah kamu menanyakan semua perkara krn bila diterangkan padamu nanti kamu akan jadi kecewa ! tapi jika kamu menayakan itu ketika turunnya al-qur’an tentulah kamu akan diberi penjelasan. Kesalahanmu itu telah diampuni oleh Allah dan Allah maha pengampunlagi penyayang.” Dan dalam sebuah hadits ada tersebut bahwa Nabi Saw. telah melarang mempertanyakan “Aqhluthath” yakni masalah-masalah yg belum lagi terjadi.
Menjauhi banyak tanya dan masalah-masalah pelik. Dalam sebuah hadits di katakan “Sesungguhnya Allah membenci banyak debat banyak tanya dan menyia-nyiakan harta.” “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban maka janganlah disia-siakan dan telah menggariskan undang-undang maka jangan dilampui mengaharamkan beberapa larangan maka jangan dlannggar serta mendiamkan beberapa perkara bukan krn lupa utk menjadi rahmat bagimu maka janganlah dibangkit-bangkit!” “Orang yg paling besar dosanya ialah orang yg menanyakan suatu hal yg mulanya tidak haram kemudian diharamkan dgn sebab pertanyaan itu.”
Menghindarkan pertikaian dan perpecahan didalam agama. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala “Hendaklah kamu sekalian berpegang teguh pada tali Allah dan jangan berpecah belah !” . Dan firmanNya “Janganlah kamu berbantah-bantahan dan jangan saling rebutan nanti kamu gagal dan hilang pengaruh!” . Dan firmanNya lagi “Dan janganlah kamu seperti halnya orang-orang yg berpecah-belah dan bersilang sengketa demi setelah mereka menerima keterangan-keterangan! dan bagi mereka itu disediakan siksa yg dahsyat.”
Mengembalikan masalah-masalah yg dipertikaikan kepada Kitab dan sunah. Berdasarkan firman Allah SWT “Maka jika kamu berselisih tentang sesuatu perkara kembalilah kepada Allah dan Rasul.” . Dan firman-Nya “Dan apa-apa yg kamu perselisihkan tentang sesuatu maka hukumnya kepada Allah.” . Hal demikian itu krn soal-soal keagamaan telah diterangkan oleh Al-qur’an sebagaimana firman Allah SWT “Dan kami turunkan Kitab Suci Al-qur’an utk menerangkan segala sesuatu.” . Begitu juga dalam surah Al-An’am 38 An-Nahl 44 dan An-Nisa 105 Allah telah menjelaskan keuniversalan al Qur’an terhadap berbagai masalah kehidupan. Sehingga dgn demikian sempurnalah ajaran Islam dan tidak ada lagi alasan utk berpaling kepada selainnya. Allah SWT berfirman “Pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu telah Ku cukupkan ni’mat karunia-Ku dan telah Ku Ridhoi Islam sebagai agamamu.” . Dan firman Allah SWT “Tidak ! Demi Tuhan ! mereka belum lagi beriman sampai bertahkim padamu tentang soal-soal yg mereka perbantahkan kemudian tidak merasa keberatan didalam hati menerima putusanmu hanya mereka serahkan bulat-bulat kepadamu.” Pembahasan ini Insya Allah akan bersambung pada judul “Sejarah Perkembangan Fiqh dan Meredupnya.” Oleh Jajat Sudrajat LcSumber Aldakwah
sumber file al_islam.chm
Pengertian Fiqh Fiqh menurut EtimologiFiqh menurut bahasa berarti; faham sebagaimana firman Allah SWT “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supaya mereka memahami perkataanku.” Pengertian fiqh seperti diatas juga tertera dalam ayat lain seperti; Surah Hud 91 Surah At Taubah 122 Surah An Nisa 78 Fiqh dalam terminologi IslamDalam terminologi Islam fiqh mengalami proses penyempitan makna; apa yg dipahami oleh generasi awal umat ini berbeda dgn apa yg populer di genersi kemudian karenanya kita perlu kemukakan pengertian fiqh menurut versi masing-masing generasi;
Pengertian fiqh dalam terminologi generasi Awal Dalam pemahaman generasi-generasi awal umat Islam fiqh berarti pemahaman yg mendalam terhadap Islam secara utuh sebagaimana tersebut dalam Atsar-atsar berikut diantaranya sabda Rasulullah SAW “Mudah-mudahan Allah memuliakan orang yg mendengar suatu hadist dariku maka ia menghapalkannya kemuadian menyampaikannya krn banyak orang yg menyampaikan fiqh kepada orang yg lbh menguasainya dan banyak orang yg menyandang fiqh dia bukan seorang Faqih.” Ketika mendo’akan Ibnu Abbas Rasulullah SAW berkata “Ya Allah berikan kepadanya pemahaman dalam agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir.” Dalam penggalan cerita Anas bin Malik tentang beredarnya isu bahwa Rasulullah SAW telah bersikap tidak adil dalam membagikan rampasan perang Thaif ia berkata “Para ahli fiqihnya berkata kepadanya Adapun para cendekiawan kami Wahai Rasulullah ! tidak pernah mengatakan apapun.” Dan ketika Umar bin Khattab bermaksud utk menyampaikan khutbah yg penting pada para jama’ah haji Abdurrahman bin Auf mengusulkan utk menundanya krn dikalangan jama’ah bercampur sembarang orang ia berkata “Khususkan kepada para fuqoha .” Makna fiqh yg universal seperti diatas itulah yg difahami generasi sahabat tabi’in dan beberapa generasi sesudahnya sehingga Imam Abu Hanifah memberi judul salah satu buku akidahnya dgn “al Fiqh al Akbar.” Istilah fuqoha dari pengertian fiqih diatas berbeda dgn makna istilah Qurra sebagaimana disebutkan Ibnu Khaldun krn dalam suatu hadist ternyata kedua istilah ini dibedakan Rasulullah SAW bersabda “Dan akan datang pada manusia suatu zaman dimana para faqihnya sedikit sedangkan Qurranya banyak; mereka menghafal huruf-huruf al Qur’an dan menyia-nyiakan norma-normanya banyak orang yg meminta tetapi sedikit yg memberi mereka memanjangkan khutbah dan memendekkan sholat serta memperturutkan hawa nafsunya sebelum beramal.” Lebih jauh tentang pengertian Fiqh seperti disebutkan diatas Shadru al Syari’ah Ubaidillah bin Mas’ud menyebutkan “Istilah fiqh menurut generasi pertama identik atas ilmu akhirat dan pengetahuan tentang seluk beluk kejiwaan sikap cenderung kepada akhirat dan meremehkan dunia dan aku tidak mengatakan fiqh itu sejak awal hanya mencakup fatwa dan hukum-hukum yg dhahir saja.” Demikian juga Ibnu Abidin beliau berkata “Yang dimaksud Fuqaha adl orang-orang yg mengetahuai hukum-hukum Allah dalam i’tikad dan praktek karenanya penamaan ilmu furu’ sebagai fiqh adl sesuatu yg baru.” Definisi tersebut diperkuat dgn perkataan al Imam al Hasan al Bashri “Orang faqih itu adl yg berpaling dari dunia menginginkan akhirat memahami agamanya konsisten beribadah kepada Tuhannya bersikap wara’ menahan diri dari privasi kaum muslimin ta’afuf terhadap harta orang dan senantiasa menasihati jama’ahnya.”
Pengertian fiqh dalam terminologi Mutaakhirin Dalam terminologi mutakhirin Fiqh adl Ilmu furu’ yaitu “mengetahui hukum Syara’ yg bersipat amaliah dari dalil-dalilnya yg rinci.Syarah/penjelasan definisi ini adalah - Hukum Syara’ Hukum yg diambil yg diambil dari Syara’ seperti; Wajib Sunah Haram Makruh dan Mubah.- Yang bersifat amaliah bukan yg berkaitan dgn aqidah dan kejiwaan.- Dalil-dali yg rinci seperti; dalil wajibnya sholat adl “wa Aqiimus sholaah” bukan kaidah-kaidah umum seperti kaidah Ushul Fiqh. Dengan definisi diatas fiqh tidak hanya mencakup hukum syara’ yg bersifat dharuriah seperti; wajibnya sholat lima waktu haramnya hamr dsb. Tetapi juga mencakup hukum-hukum yg dhanny seperti; apakah menyentuh wanita itu membatalkan wudhu atau tidak? Apakah yg harus dihapus dalam wudhu itu seluruh kepala atau cukup sebagiannya saja? Lebih spesifik lagi para ahli hukum dan undang-undang Islam memberikan definisi fiqh dengan; Ilmu khusus tentang hukum-hukum syara’ yg furu dgn berlandaskan hujjah dan argumen.
Hubungan Fiqh dan Syari’ah Setelah dijelaskan pengertian fiqh dalam terminologi mutakhirin yg kemudian populer sekarang dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antar Fiqh dan Syari’ah adalah Bahwa ada kecocokan antara Fiqh dan Syari’ah dalam satu sisi namun masing-masing memiliki cakupan yg lbh luas dari yg lainnya dalam sisi yg lain hubungan seperti ini dalam ilmu mantiq disebut “‘umumun khususun min wajhin” yakni; Fiqh identik dgn Syari’ah dalam hasil-hasil ijtihad mujtahid yg benar. Sementara pada sisi yg lain Fiqh lbh luas krn pembahasannya mencakup hasil-hasil ijtihad mujtahid yg salah sementara Syari’ah lbh luas dari Fiqh krn bukan hanya mencakup hukum-hukum yg berkaitan dgn ibadah amaliah saja tetapi juga aqidah akhlak dan kisah-kisah umat terdahulu.Syariah sangat lengkap; tidak hanya berisikan dalil-dalil furu’ tetapi mencakup kaidah-kaidah umum dan prinsif-prinsif dasar dari hukum syara seperti; Ushul al Fiqh dan al Qawa’id al Fiqhiyyah.Syari’ah lbh universal dari Fiqh.Syari’ah wajib dilaksanakan oleh seluruh umat manusia sehingga kita wajib mendakwahkannya sementara fiqh seorang Imam tidak demikian halnya.Syari’ah seluruhnya pasti benar berbeda dgn fiqh.Syari’ah kekal abdi sementara fiqh seorang Imam sangat mungkin berubah.
Patokan-patokan dalam Fiqh Dalam mempelajari fiqh Islam telah meletakkan patokan-patokan umum guna menjadi pedoman bagi kaum muslimin yaitu
Melarang membahas peristiwa yg belum terjadi sampai ia terjadi. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala “Hai orang-orang yg beriman ! janganlah kamu menanyakan semua perkara krn bila diterangkan padamu nanti kamu akan jadi kecewa ! tapi jika kamu menayakan itu ketika turunnya al-qur’an tentulah kamu akan diberi penjelasan. Kesalahanmu itu telah diampuni oleh Allah dan Allah maha pengampunlagi penyayang.” Dan dalam sebuah hadits ada tersebut bahwa Nabi Saw. telah melarang mempertanyakan “Aqhluthath” yakni masalah-masalah yg belum lagi terjadi.
Menjauhi banyak tanya dan masalah-masalah pelik. Dalam sebuah hadits di katakan “Sesungguhnya Allah membenci banyak debat banyak tanya dan menyia-nyiakan harta.” “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban maka janganlah disia-siakan dan telah menggariskan undang-undang maka jangan dilampui mengaharamkan beberapa larangan maka jangan dlannggar serta mendiamkan beberapa perkara bukan krn lupa utk menjadi rahmat bagimu maka janganlah dibangkit-bangkit!” “Orang yg paling besar dosanya ialah orang yg menanyakan suatu hal yg mulanya tidak haram kemudian diharamkan dgn sebab pertanyaan itu.”
Menghindarkan pertikaian dan perpecahan didalam agama. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala “Hendaklah kamu sekalian berpegang teguh pada tali Allah dan jangan berpecah belah !” . Dan firmanNya “Janganlah kamu berbantah-bantahan dan jangan saling rebutan nanti kamu gagal dan hilang pengaruh!” . Dan firmanNya lagi “Dan janganlah kamu seperti halnya orang-orang yg berpecah-belah dan bersilang sengketa demi setelah mereka menerima keterangan-keterangan! dan bagi mereka itu disediakan siksa yg dahsyat.”
Mengembalikan masalah-masalah yg dipertikaikan kepada Kitab dan sunah. Berdasarkan firman Allah SWT “Maka jika kamu berselisih tentang sesuatu perkara kembalilah kepada Allah dan Rasul.” . Dan firman-Nya “Dan apa-apa yg kamu perselisihkan tentang sesuatu maka hukumnya kepada Allah.” . Hal demikian itu krn soal-soal keagamaan telah diterangkan oleh Al-qur’an sebagaimana firman Allah SWT “Dan kami turunkan Kitab Suci Al-qur’an utk menerangkan segala sesuatu.” . Begitu juga dalam surah Al-An’am 38 An-Nahl 44 dan An-Nisa 105 Allah telah menjelaskan keuniversalan al Qur’an terhadap berbagai masalah kehidupan. Sehingga dgn demikian sempurnalah ajaran Islam dan tidak ada lagi alasan utk berpaling kepada selainnya. Allah SWT berfirman “Pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu telah Ku cukupkan ni’mat karunia-Ku dan telah Ku Ridhoi Islam sebagai agamamu.” . Dan firman Allah SWT “Tidak ! Demi Tuhan ! mereka belum lagi beriman sampai bertahkim padamu tentang soal-soal yg mereka perbantahkan kemudian tidak merasa keberatan didalam hati menerima putusanmu hanya mereka serahkan bulat-bulat kepadamu.” Pembahasan ini Insya Allah akan bersambung pada judul “Sejarah Perkembangan Fiqh dan Meredupnya.” Oleh Jajat Sudrajat LcSumber Aldakwah
sumber file al_islam.chm
Langganan:
Postingan (Atom)